POLITIK, ATENSI.CO– Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Otan Mamu, Lc., MH., menggelar Reses Masa Persidangan Kedua Tahun Kedua periode jabatan 2024-2029 dengan cara yang berbeda. Tak sekadar menampung aspirasi, politisi ini berinisatif langsung menghadirkan para pemegang kebijakan (Eksekutif) untuk menjawab keluhan warga secara instan.
kegiatan yang berlangsung pada Kamis 5 Februari 2026 di Halaman MTs 1 Pohuwato tersebut, Otan Mamu didampingi oleh tiga pejabat teras Pemkab Pohuwato: Kadis Pendidikan: Arman Mohamad, Kadis Pekerjaan Umum (PU): Rusdianto Mokodompit, Plt Kadis BKPSDM: Rahmat Maaruf.
Para pesertanya pun di domonasi para guru dari MTs 1 Pohuwato, Aliyah Pohuwato, Sekolah Alkhairat dan Sekolah Negeri
Dalam penyampainnya, Otan Mamu menegaskan bahwa reses adalah perintah undang-undang untuk bertatap muka langsung dengan pemilih. Fokus utama kali ini adalah sektor pendidikan, dengan mengundang perwakilan dari MTs Alkhairaat, MDI, hingga SDN 03 Soginti.
“Saya ingin menyerap aspirasi langsung dari Bapak dan Ibu pejuang pendidikan. Segala keluhan akan kami catat, kawal, dan evaluasi bersama dinas terkait,” tegas Otan.
Pada kesempatan tersebut, terungkap kondisi jalan yang memprihatinkan menjadi sorotan tajam. Menurut Otan, akses jalan yang rusak berat sangat mengganggu mobilitas menuju sekolah, pasar, dan rumah ibadah.
Secara khusus, pihak sekolah (MTs) juga mengusulkan pembangunan selasar sekolah untuk menunjang kenyamanan siswa.
Menanggapi hal tersebut, Kadis PU Rusdianto Mokodompit menyatakan akan melakukan peninjauan dan sinkronisasi anggaran agar pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat segera terealisasi.
Isu krusial lainnya datang dari BKPSDM. Para Kepala Sekolah dan Guru mengeluhkan rumitnya pengurusan kepangkatan dan tuntutan percepatan pengisian E-Kinerja (Ekin). Menjawab hal ini, Kadis BKPSDM Rahmat Maaruf membawa kabar gembira terkait regulasi baru Jabatan Fungsional.
“Kenaikan Gaji Berkala: Akan diproses secara otomatis mulai April mendatang. Sistem Payroll: Gaji akan langsung masuk ke rekening masing-masing secara otomatis selama data administrasi lengkap.
Sementara itu, Kadis Pendidikan, Arman Mohamad menyanpaikan akan berupaya untuk pemangkasan alur birokrasi Dinas agar para guru fokus untuk mengajar siswa. Tidak terbebani dengan urusan administrasi.
“Kita akan terus berupaya untuk memperbaiki sistem pelayanan administrasi khususnya bagi para guru. Semoga ini bisa memotong jalur birokrasi, ” ungkap Arman.
Selain itu, muncul usulan dari salah satu guru, Nizam Abas terkait perlunya staf administrasi khusus di tingkat Korwil untuk membantu pemberkasan agar guru tidak lagi terbebani urusan kantor yang menyita waktu mengajar.
Diakhir acara Otan Mamu Berjanji, berjanji akan terus mengawal hasil reses ini hingga masuk ke dalam pokok-pokok pikiran (Pokpir) DPRD agar dieksekusi oleh pemerintah daerah. **












