POLITIK, ATENSI.CO- Wakil Ketua II, DPRD Pohuwato, Delpan Yantjo, menyampaikan rasa prihatin dan kecewa dengan kondisi lahan persawahan yang ada di dua Kecamatan, yakni i Kecamatan Duhiadaa dan Kecamatan Buntulia.
Para petani di dua Kecamatan ini harus mengalami gagal panen akibat sedimentasi saluran irigasi.
Delpan menyampaikan hal ini saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di DPRD Kabupaten Pohuwato.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua DPRD Pohuwato memberikan perhatian serius sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi petani yang hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal.
“Saya merasa menyesal menjadi anggota DPRD ketika tidak mampu membela aspirasi masyarakat. Saya merasa gagal. Untuk apa saya berada di sini jika aspirasi petani tidak bisa diwujudkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dirinya telah turun langsung ke lapangan dan menemukan adanya pekerjaan yang justru menghambat aliran saluran air, sehingga memperparah sedimentasi dan berdampak pada gagal panen.
“Saya sudah turun langsung. Pekerjaan yang ada di lapangan malah menghambat saluran air. Ini harus segera ditindaklanjuti. Alat berat excavator untuk kepentingan petani harus standby, bukan hanya difokuskan untuk mengejar proyek,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD juga menekankan agar persoalan petani tidak dipandang dari sudut kepentingan tertentu, melainkan sebagai kebutuhan masyarakat luas.
“Tolong jangan melihat ini dari sebelah mana. Ini kepentingan orang banyak. Namun kenyataannya, petani sering kali seperti dianggap sebelah mata,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pohuwato, Iskandar Datau, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, terutama yang berkaitan dengan penanganan sedimentasi dan perbaikan saluran irigasi demi menjaga keberlangsungan pertanian masyarakat.
“akan kami tindaklanjuti, ” ujarnya singkat. **












