Dituding Tutup Mata Soal Luapan Drainase, Kades Taluduyunu Utara Beri Jawaban Menohok

POHUWATO, ATENSI.CO – Berdasarkan pemberitaan sebelumnya terkait curhatan salah seorang masyarakat yang di unggah langsung di Facebook, mendapat jawaban menohok dari Kepala Dasa Taluduyunu Utara, Kadir Ripo.

Sebelumnya, beredar postingan di salah satu media sosial (Medsos) Facebook yang di unggah akun Owin Dama itu, memperlihatkan bahwa banjir yang menggenangi rumahnya akibat luapan air dari drainase yang berada di Desa Taluduyunu Utara, Kabupaten Pohuwato, belum mendapatkan perhatian.

“Banjir di Musim Kemarau. Sudah 8 Hari menggenangi Rumah Masyarakat
Di Desa Taluduyunu Utara
Mohon Solusinya,” tulis akun Owin Dama di akun Facebooknya.

Akibat dari postingan itu, terkesan bahwa sampai hari ini polemik tersebut belum mendapatkan solusi dari pemerintah desa maupun pemerintah Kabupaten Pohuwato itu sendiri.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Taluduyunu Utara, Kadir Ripo membantah adanya tudingan yang terkesan pemerintah desa tutup mata akan polemik tersebut.

“Itu kan berdasarkan penilaian mereka yang tidak melihat bahwa saya sudah turun langsung. Padahal satu Minggu sebelum itu, saya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, namun jawaban yang sama juga saya dapatkan,” tutur Kadir saat diwawancarai awak media ini, pada Rabu, 18 Januari 2023.

Tidak sampai disitu, usai melakukan koordinasi dengan pihak terkait, Kadir mengakui bahwa pihaknya telah mengundang masyarakat (Taluduyunu Utara) untuk membicarakan persoalan itu. Namun sayang, masih ada kata Kadir yang memposting persoalan itu tanpa ada koordinasi dengan dirinya sebagai kepala desa Taluduyunu Utara.

“Hanya saja, yang membuat postingan itu tidak ada koordinasi dengan saya. Padahal dia sebagai aparat desa. Kalau begitu sama saja dia buang ludah keatas” kesal Kadir Ripo.

Saat ditanyai hasil peninjauan bersama dinas teknis dan pemerintah Kabupaten Pohuwato, Kadir Ripo menjelaskan, pemerintah desa telah memberikan solusi terhadap dinas teknis, akan tetapi dirinya masih mendapatkan alasan dari dinas teknis itu sendiri.

“Kalau peninjauan tadi, kami sudah kasih solusi. Namun itu lagi, pihak pengairan masih banyak alasan. Jadi, setelah kami kasih masukan, pihak pengairan belum mengiyakan itu, karena banyak pertimbangan,” ulas Kadir.

Ketika ditanyai sebab dari meluapnya air yang berada di drainase itu, Kadir membeberkan bahwa penyebab utamanya adalah tidak difungsikan pintu keluar masuknya air yang berada di Bendungan Taluduyunu Utara.

“Jadi ada beberapa pintu keluar air yang berada di bendungan itu, tidak difungsikan padahal masih berfungsi. Dan itu saya sudah komunikasikan dengan penjaga Bendungan akan tetapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut,” pungkasnya.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *