Aleg Pohuwato Minta Pemerintah Transparan Soal Informasi Penanganan Covid-19

Beni Nento (foto : istimewa)

ATENSI.CO, POHUWATO– Informasi meninggalnya dua orang warga Gorontalo yang diduga Orang Dalam Pemantuan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantuan (PDP) seperti yang diberitakan oleh salah satu media online di Gorontalo, hargo.co.id, mengundang reaksi dari Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Beni Nento.

Beni meminta pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo, khususnya tim gugus Covid, agar transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat secara update, terkait jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasam (PDP), pasien positif covid, hingga data angka kematian.

“Kami berharap pemerintah khususnya yang diberi kewenangan, dapat memberikan informasi secara transparan kepada masyarakat terkait hal itu. Tiba-tiba sudah ada yang meninggal meskipun korban merupakan ODP dan PDP. Setidaknya para korban tersebut terindikasi ODP dan PDP,” kata Beni Nento.

Ketua Komisi III DPRD Pohwuato itu menambahkan bahwa, transparansi informasi akan sangat membantu masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran Covid.

“Tujuannya adalah agar diketahui sejak dini, biar masyarakat semakin waspada. Hal ini agar tidak menimbulkan perspektif lain di masyarakat,” sambun Aleg Partai Golkar ini.

Beni menyayangkan, informasi itu didapat hanya melalui media dan tanpa pengumuman ataupun informasi secara terbuka oleh pihak terkait yang diberi kewenangan terkati Covid.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada media yang telah memberikan informasi. Meskipun tidak secara resmi disampaikan pemerintah,” ungkap Beni.

Sebagai informasi, dikutip dari hargo.co.id, terdapat dua orang pasien RSAS meninggal dunia. Keduanya meninggal dalm waktu berbeda. Pasien OPD meninggal pada awal april, sementara PDP meninggal pada pertengahan pekan ini.

Hal tersebut pun diketahui berdasarkan data webiste RSAS, dan bukan informasi terbuka dari pihak pemerintah yang disampaikan secara resmi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.