Band Duo Ruang Baca Tampil di Kotamobagu

ATENSI.CO, KOTAMOBAGU- Mungkin bagi warga Kotamobagu pada umumnya, masih asing dari grup music Ruang Baca.  Namun penampilan grup musik Ruang Baca di Kotamobagu pada ivent tahunan Kotamobagigs 2019, yang dilaksanakan pada Warung Kopi Jarod Matali, Kotamobagu, Jumat (19/04/2019), mendapat perhatian dari para penonton yang mayoritas anak  muda Kotamobagu.

Pantuan atensi.co, grup music yang beraliran pop akustik ini mampu membius para penonton dengan penampilan apik dan harmonis serta menambah semarak ivent Kotamobagigs.

Meski beraliran pop akustik, namun lirik lagu grup music yang berdiri sejak tahun 2015 ini, mengandung banyak pesan pesan sosial, ide dan gagasan.

Ivent yang digelar khusus bagi para grup band yang memiliki karya ciptaan sendiri ini, juga menampilkan sejumlah banda lokal, diataranya Braga Band, Minfesto Marhean, Denny Mokoagow, dan lainya.

Saat diwawancarai usai tampil, Vini Mamonto, mengatakan sangat bersyukur bisa tampil di ivent  Kotamobagigs  bersama dengan grup band indie yang ada di Kotamobagu.

“Kami memang pernah tampil di berbagai Ivent di Makassar, tapi tampil di Kotamobagu juga merupakan kehormatan bagi Kami berdua,” ungkap Vini Mamonto yang ternyata warga Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Disingung soal pilihan nama grup Ruang Baca sebagai nama grup, Vini menjelaskan, bahwa hal ini dilatarbekangi dari kedua personel yang hobi berkunjung ke perspustakaan dan bersdiskusi sehingga nama ruang baca pun dipilih menjadi nama grup.

“Bagi kami berdua Ruang Baca bukanlah  soal musik semata namun lebih dari itu, yakni soal gagasan, ide, pergerakan dan hal lainya,” ucap Ale gitaris sekaligus vokalis Ruang Baca.

Tak lupa  kedua personel Ruang Baca, berharap agar masyarakat Kotamobagu untuk lebih mengapresiasi karya-karya para seniman Kotamobagu. Banyak group band dan musisi yang punya karya ciptaan sendiri, hal ini perlu ada apreasiasi.

“Saya sangat bersyukur kemajuan musik di Kotamobagu, ada lompatan yang snagt signifikan dan makin beragam. Sudah saatnya kita menghormati karya anak-anak daerah, jika perlu karya musik anak-anak kotamobagu diputar di Bentor,” ucap Mahasiswi Pasca Sarjana Universitas Hasanudin Makassar.  (ddj)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.