Kudrat Ungkap Tiga Poin Utama Pada Rakerwil Kemenag Gorontalo

Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Kudrat Dukalang saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Hotel Aryaduta Manado, Kamis (22/02/2019).
Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Kudrat Dukalang saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar di Hotel Aryaduta Manado, Kamis (22/02/2019). (foto : Kanwil Kemenag)

ATENSI.CO, MANADO – Rapat Kerja Wilayah (Rekerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, yang dilaksanakan  di Hotel Arya Duta, Kota Manado, Kamis (21/2) kemarin, berlangsung sukses. Agenda tahunan yang diikuti seluruh jajaran pejabat, baik tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,  dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah ( Kakanwil) Kementrian Agama Provinsi Gorontalo, Kudrat Dukalang. Hadir juga dalam kegiatan tersebut   Kakanwil Kemenag Sulut Abd. Rasyid.

Menariknya, saat memberikan sambutan, Kudrat Dukalang menyampaikan tiga poin besar yang menjadi tema Rakerwil  Tahun 2019, yakni “Mengusung Formulasi Moderasi Beragama, Kebersamaan, dan Integrasi Data.

Menurut Dukalang, tiga formulasi  tersebut akan di-breakdown ke dalam program-program di unit masing-masing, sehingga tiga poin  ini akan menjadi isu sentral pada Rakerwil kali ini.

“Pemaknaan bahwa pilihan untuk menetapkan moderasi beragama sesungguhnya adalah bagian dari upaya Kemenag dalam meningkatkan kualitas modal sumber daya manusia. Mengepaskan hal ikhwal untuk mencapai keseimbangan, agar dapat memberikan pelayanan paripurna kepada umat,” tutur Dukalang di depan peserta Rekerwil.

Lanjut Dukalang, untuk mensukseskan tiga poin kedalam program kegiatan hingga realisasi dibutuhkan sinkronisasi, sinergitas, kerja sama, dan sebagainya.

“Kerja bersama diharapkan berpengaruh besar bagi terciptanya kebersamaan umat. Kembangkan sikap inklusif jangan eksklusif, dan itu ditata di unit masing-masing. Kita bersama dalam keberagaman. Kebersamaan dijaga,” ungkapnya.

Selain itu, Dukalang menyentil tentang  transformasi pelayanan umat dan  manajemen dari sistem manual ke sistem digitalisasi.

“Pelayanan di bidang agama dan keagamaan tidak bisa lagi mengandalkan data yang kadaluwarsa, lambat, dan parsial. Melainkan harus termutakhirkan, cepat, dan terintegrasi. Kemajuan teknologi informasi harus dijadikan momentum berbenah diri untuk memberikan pelayanan umat yang lebih cepat, akurat, dan memuaskan,” kata Dukalang.

Sebelumnya, Ketua Panitia Hamka Arbie menjelaskan Rakerwil merupakan wadah dan wahana untuk menyamakan komitmen, dan langkah kerja, dalam upaya meningkatkan kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo secara umum dan pembangunan bidang agama secara khusus. Untuk tahun ini diikuti 180 peserta, dan akan berlangsung selama tiga hari.

“Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi, dalam rangka meningkatkan komitmen untuk mensukseskan program unggulan Kementerian Agama tahun 2019,  yakni Tahun 2019 sebagai Tahun Moderasi Beragama, Tahun 2019 sebagai Tahun Kebersamaan, dan Tahun 2019 sebagai Tahun Sadar Data,” imbuhnya. (Kanwil/ddj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.